Friday

Peperangan Jenama… Bolehkah Memenanginya ? ..Episod 2

Pada asalnya kita hidup di zaman pertanian, kemudiannya zaman industri, kilang dibangun di kota kota, manusia berduyun duyun masuk ke kota, jalan jalan dibangun dan dipenuhi dengan kereta kereta beraneka warna, kesesakan menjadi jadi.
Produk demi produk diciptakan, jenama demi jenama diciptakan, para pemasar semakin obses, setiap tahun dilancarkan lebih dari 20,000 jenama baru kedalam minda kita yang sudah penuh dengan segala macam jenama. Lebih dari 95% produk baru yang dilancarkan mati tenggelam dalam kecelaruan pertempuran jenama di pasar, persaingan semakin kuat dan buas.
Namun para pemasar tidak peduli, kita dihujani dengan segala macam iklan, dari yang sopan dengan pemandangan indah, sampai yang menjolok mata dan menimbulkan kontraversi.
Namun formula formula pemasaran tetap sama, menggali segmentasi dan positioning dengan setajam mungkin, mulai dari losyen bayi, losyen kulit kasar, losyen jerawat, losyen penghalus, losyen kulit berminyak, losyen dengan vitamin, losyen dengan segala macam istilah yang sukar difahami, dan ribuan lainnya. Ribuan bahkan jutaan ringgit dilonggokkan untuk menjadi gambar, menjadi suara, menjadi kertas, merayu belas kasih dari kita para pengguna supaya bersedia memakai produk mereka. Acara demi acara dibuat, mulai dari kuiz, undian, kunjungan ke pasar, kunjungan kejutan ke rumah, pemberian sample di pasaraya, cuci rambut percuma, anak anak sekolah diundang ke kilang, pertandingan gigi cantik, hinggakan anda ditawar memakan cookies percuma di Mall.
Puluhan juta, bahkan ratusan jutaan ringgit terus dicurahkan dari hari ke hari dalam pertempuran sengit ini. Semakin sengit pertempuran tersebut malah membuat kita semakin malas mengganti produk yang sudah rutin kita pakai, kita sudah malas mengganti jenama ubat gigi, kita malas mencuba mee segera lain, kita sudah percaya jenama TV yang sudah kita pakai bertahun tahun, kita tidak ingin pindah insuran kereta kita, kita tetap memakai bank yang sama untuk tabungan kita.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home